ARTIKEL
JENIS – JENIS ORGANISASI
Disusun untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah : Perilaku Organisasional
Dosen : Drs Syaibatul Hamdy, MM
Disusun oleh:
Kelompok 1
- Ade Irma ( 181011201603 )
- Ade Lia Oktaviani ( 191011201608 )
- Ahmad Salim ( 191011201613 )
FAKULTAS EKONOMI
PROFRAM STUDI S1 AKUNTANSI
UNIVERSITAS PAMULANG
2021
DAFTAR ISI
Pengertian Organisasi…………………….I
Teori-Teori Organisasi…………………….II
Ciri – Ciri Organisasi………….……………III
Unsur-Unsur Organisasi……………………IV
Jenis – Jenis Organisasi……………………..V
Fungsi Organisasi……………….……….…VI
Tujuan Organisasi……………………….…VII
Manfaat Organisai…………………………….VIII
Prinsip – Prinsip Organisasi………………IX
Tipe – Tipe Organisasi……………………..X
Tipe Organisasi Berdasarkan Sararan Pokok………………………………………………XI
Bentuk – Bentuk Organisasi………….…XII
I. Pengertian Organisasi
Organisasi adalah sebuah bentuk wadah atau tempat saling berkumpulnya sekelompok orang untuk dapat melakukan kerjasama secara rasional dan sistematis, terkendali dan terpimpin rapih agar mampu mencapai suatu tujuan tertentu yang telah disepakati sehingga dapat memanfaatkan sumber daya yang ada.
II. Teori-Teori Organisasi
a. Teori Organisasi Modern
Teori Organisasi modern adalah suatu teori yang bersifat terbuka dimana semua unsur organisasi dapat memiliki satu kesatuan yang saling ketergantungan satu sama lain.
b. Teori Organisasi Klasik
Teori Organisasi Klasik adalah suatu teori yang mempunyai konsep organisasi mulai dari tahun 1800 (abad 19) yang mengartikan bahwa organisasi adalah sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor lain ketika orang bekerja sama.
c. Teori Organisasi Neoklasik
Teori Organisasi Neoklasik adalah suatu teori yang hanya menekankan pada pentingnya aspek psikologis dan sosial, baik sebagai individu dan kelompok dalam lingkungan kerja.
III. Ciri – Ciri Organisasi
1) Peraturan yang disusun untuk kepentingan setiap anggota dalam organisasi tentu sangat penting untuk membatasi sumber dayanya agar tetap dapat bekerja sama dengan baik dalam menjalankan pekerjaannya.
2) Memiliki anggota atau sekelompok orang di dalamnya yang berjumlah 2 orang atau lebih agar dapat menjalankan organisasi sesuai dengan tujuan yang telah disepakati bersama.
3) Pemberian tugas yang sinergis akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dalam organisasi tersebut, tentunya juga dengan suatu pertimbangan dalam bidangnya berdasarkan tujuan organisasi yang telah ditentukan bersama.
4) Memiliki suatu tujuan organisasi yang akan dicapai bersama. Sehingga kegiatan yang dapat dilakukan di dalamnya akan lebih jelas dan terarah.
5) Saling bekerja sama menjadi ciri khas utama dalam organisasi karena bagaimanapun setiap anggota yang ada di dalamnya harus dapat saling berkomunikasi agar dapat membantu untuk mencapai tujuan organisasi.
IV. Unsur – Unsur Organisasi
a. Lingkungan (Environment)
Faktor lingkungan juga memiliki peran yang penting karena akan sangat berpengaruh terhadap sebuah organisasi.
b. Tujuan Bersama
Tujuan bersama yakni bentuk sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi itu sendiri, baik dari sisi prosedur, program, pola, sampai dengan hasil akhir dari pekerjaan organisasi tersebut.
c. Sumber Daya Alam
Selain lingkungan, sumber daya alam juga menjadi unsur penting yang harus mana sumber daya alamnya harus memadai agar organisasi berjalan dengan baik.
d. Personil (Man)
Personil merupakan menjadi unsur terpenting di dalam sebuah organisasi dimana masing-masing personil memiliki tingkatan dan tugas, dan tanggungjawab tersendiri.
e. Peralatan (Equipment)
Dalam mencapai berbagai tujuan diperlukan sarana dan prasarana yang memadai yakni kelengkapan sebuah organisasi. Contohnya: Kantor, SDM, dan lain-lainnya.
f. Kerjasama (Team Work)
g. Organisasi hanya bisa mencapai tujuan bersama apabila anggota dalam organisasi tersebut melakukan tugas dan tanggungjawab secara bersama-sama.
V. Jenis – Jenis Organisasi
1. Organisasi Politik
Politik artinya proses penyelenggaraan negara. Organisasi politik adalah organisasi yang bertugas dalam penyelenggaraan negara. Ruang linkup organisasi politik terdiri dari kekuasaan eksekutif (pemerintah), kekuasaan yudikatif (pelaksana/penegak), dan kekuasaan legislative (pelaksana pembuat undang-undang (DPR-MPR)). Selain itu organisasi politik memiliki berbagai macam bentuk, antara lain:
a) Bentuk Monarki, yaitu suatu bentuk negara yang dikuasai seseorang yang disebut raja.
b) Bentuk Demokrasi, yaitu negara yang didasarkan oleh kedaulatan rakyat.
c) Bentuk Oligarki, yaitu negara yang dikuasai oleh bebrapa orang elit politik.
Pekerjaan yang berkenaan dengan organisasi politik (partisipasi politik) dalam hal ini adalah:
a) Menduduki jabatan politik atau administrasi
b) Menjadi anggota suatu organisasi politik
c) Menjadi pejabat suatu organisasi politik
d) Menjadi pejabat pemuli (KPU)
e) Menjadi anggota pejabat penyelenggaraan pemilu.
2. Organisasi Bisnis
Bisnis masa depan yang terbaik harus terdiri dari tenaga kerja yang kompetitif, berkualitas, dan mampu menunjukan eksistensi organisasi yang kompetitif. Hal ini sebagai jawaban terhadap tantangan bisnis di masa mendatang. Organisasi seperti itu memiliki karakteristik antara lain sebagai berikut:
a) Mampu menjaring, menganalisis dan meanfaaatkan informasi. Informasi dari sumbernya secara tepat dapat sampai dan juga mempengaruhi kehidupan manusia di tempat-tempat yang jauh.
b) Organisasi harus mampu memberikan respon secara cepat. Kecepatan sangat penting agar kesempatan atau peluang bisnis sebagai hasil analisis informasi. Tidak direbut atau dimanfaaatkan lebih dahulu oleh organisasi bisnis lain sebagai pesaing.
c) Organisasi harus mampu memberikan respon yang tepat sebagai jawaban atas tantangan lingkungan atau iklim bisnis. Memilih bisnis baru yang sesuai dengan keinginan serta kebutuhan konsumen sekarang dan dimasa yang akan datang.
d) Dari segi material dan finansial, organisasi harus mampu utuk mewujudkan rasio yang menguntungkan, serta mampu menyelenggarakan dan membiayai program-program.
e) Organisasi harus mampu menghindari atau memperkecil resiko bisnis. Resiko tidak sekedar berkaitan dengan bidang material dan finansial. Bila keliru atau gagal dalam respon resiko, maka akan berpengaruh terhadap organisasi, tidak hanya pada organisasi tetapi juga pada aspek-aspek manusiawai SDM, baik dari segi fisik ataupun psikologis.
4. Organisasi Profesi
Organisasi profesi menghimpun orang-orang yang bekerja sesuai dengan profesi mereka, untuk memperoleh tujuan tertentu. Dalam organisasi profesi terdapat kode etik untuk menjaga agar profesi mereka selalu dihargai dan dihormati oleh masyarakat.
Contoh organisasi profesi diantaranya:
a) I.D.I : Ikatan Dokter Indonesia
b) I.S.I : Ikatan Sekretaris Indonesia
c) Parfi : Perhimpunan Artis Film Indonesia
d) I.C.M.I : Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, dll.
5. Organisasi Sosial
Dalam hal ini Dr. Koentraningrat membagi organisasi sosial kemasyarakatan menjadi 8 macam, antara lain yaitu:
a) Organisasi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup (ecomonic institutions), misalnya: industri, pertanian, perkebunan, perternakan, perburuhan, dll.
b) Organisasi yang betujuan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan (kinship) (domestic institution) misalnya: perkawinan, pelamaran, keluarga, pengasuhan anak dll.
c) Organisasi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia (scientific institutions), misalnya: metode ilmiah, pendidikan ilmiah, penelitian, dll.
d) Organisasi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah, menyatakan rasa keindahan dan rekreasi (aisthelic and recreational institutions), misalnya: seni rupa, seni drama, seni suara, dll.
e) Organisasi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan (educational institutions), misalnya: TK, SD, SMP, SMA, Pondok Pesantren, dll.
f) Organisasi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan atau alam gaib (religus institutions). Misalnya: Masjid, Gereja, Doa, Kenduri, dll.
g) Organisasi yang bertujuan untuk mengurus kebutuhan jasmani manusia (cosmetic institutions), misalnya: pemeliharaan, kesehatan, kecantikan, kedokteran, dll.
h) Organisasi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan menusia untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara (political institutions), misalnya: pemerintahan, kehakimam, demokrasi, kepartaian, kepolisian, dll.
Dalam perkembangan masyarakat dan kebudayaan, kita mengenal adanya organisasi sosial atau lembaga kemasyarakatan, misalnya: organisasi pemerintah, kekeluargaan, pendidikan, ekonomi, ilmiah, keindahan dan rekreasi, keagamaan, dan kesehatan jasmani. Adanya organisasi ini dimaksudkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pokok kehidupan masnusia. Organisasi ada didalam setiap masyarakat tanpa memperdulikan apakah masyarakat tersebut memiliki taraf kebudayaan sederhana ataupun modern.
Organisasi Lain
1) Organisasi Islam
a. Muhammadiyah
Salah satu organisasi islam penting di Indonesia diantaranya ialah Muhammadiyah. Organisasi ini di dirikan pada tanggal 18 Nopember 1912 di Yogyakarta oleh Kyai H. Ahmad Dahlan atas saran yang diajukan oleh muridnya dan beberapa orang anggota Budi Utomo, untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan yang sifatna permanen. Sejak pembentukannya, Muhammadiyah dianggap sebagai perkumpulan kaum pedagang muslim kelas menengah ke atas yang kebanyakan menetap di kota.
Upanyanya untuk tetap berada di luar politik praktis mungkin ikut berperan dalam membesarkan gaung syarikat. Dalam hal ini Muhammadiyah menyatakan diri tidak memiliki ikatan apapun dengan partai politik pada tahun 1971.
Dan sejak tahun 1980-an, Muhammadiyah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Amien Rais pengganti Ahmad Azhar Basyir sebagai ketua PP Muhammadiyah dari tahun 1994 sampai 1998. Muhammadiyah memiliki 2.134 cabang dan mengklaim mempunyai enam juta simpatisan.
b. Nahdhatul Ulama (NU)
NU adalah organisasi politik atau organisasi sosial kemasyarakatan. Organisasi NU pernah terlibat dalam pemilu 1955 dan 1971. Bahkan pada tahun 1955 NU berhasil menjadi pengumpul suara terbanyak ketiga.
NU merupakan unsur yang memiliki basis massa yang paling besar. NU berkonsentrasi pada pengembangan umat, pada era reformasi NU melahirkan sebuah partai politik yang bernama Partai Kebangkitan Bangsa yang memperoleh restu dari tokoh NU, bahkan ketua NU waktu itu (KH. Abdurrahman Wahid) menjadi deklarator partai tersebut.
2) Organisasi Olah Raga
Organisasi olah raga adalah organisasi yang dibentuk berdasarkan olah raga yang diselenggarakan oleh masyarakat. Contoh organisasi olah raga antara lain yaitu:
PSSI : Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia
KONI : Komite Olah Raga Nasional Indonesia
PBSI : Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia, dll.
VI. Fungsi Organisasi
1) Memberikan suatu pengetahuan dan pengalaman baru kepada anggotanya, agar dapat memiliki wawasan yang siap untuk terjun ke organisasi yang jauh lebih besar.
2) Memberikan arahan atau bimbingan dan pemusatan kegiatan organisasi, mengenai apa saja yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam organisasi.
3) Meningkatkan kemampuan atau skill individu anggota organisasi dalam mendapat sumber daya dan dukungan dari lingkungan sekitar atau masyarakat.
4) Tempat mencapai suatu tujuan dengan selektif dan efisien karena melakukan secara bersama-sama.
5) Tempat dalam mendapatkan kekuasaan dan pengawasan.
VII. Tujuan Organisasi
1) Mendapat keuntungan dan penghasilan bersama-sama.
2) Mendapatkan pengalaman dan interaksi dengan anggota lain,
3) Mencapai atau merealisasikan keinginan atau cita-cita bersama dari tiap anggota organisasi.
4) Memperoleh hasil akhir pada waktu yang ditentukan.
5) Mengatasi terbatasnya kemandirian dan kemampuan pribadi untuk mencapai tujuan bersama.
VIII. Manfaat Organisasi
1) Memperluas pergaulan.
2) Meningkatkan wawasan dan pengetahuan.
3) Melatih leadership.
4) Mampu mengatur waktu dengan sangat baik.
5) Melatih mental untuk berbicara di public.
6) Membentuk karakteristik seseorang.
7) Mudah dalam memecahkan masalah.
8) Dapat tercapainya sebuah tujuan.
9) Ajang pembelajaran kerja yang sesungguhnya.
IX. Prinsip – Prinsip Organisasi
1) Terdapat Koordinasi
Koordinasi adalah suatu usaha guna mendapatkan keselarasan gerak, aktivitas dan tugas antara organisasi yang ada dalam organisasi.
2) Terdapat Rentangan Pengawasan
Rentangan pengawasan merupakan seberapa jauh seorang pemimpin mampu mengawasi para bawahannya secara cepat dan tepat.
3) Terdapat Tujuan yang Jelas
Tujuan merupakan sasaran atau target yang hendak dicapai. Tujuan harus dirumuskan terlebih dahulu agar jelas.
4) Terdapat Balas Jasa
Balas jasa merupakan imbalan yang diberikan kepada seseorang atas jeri payah yang telah disumbangkan.
5) Terdapat Keseimbangan
Prinsip keseimbangan dalam suatu organisasi dapat dibedakan dari beberapa macam, Contohnya: Keseimbangan antara wewenang & tanggung jawab dan keseimbangan antara sentralisasi dan desentralisasi kewengan.
6) Terdapat Departementalisasi
Departemensasi merupakan proses penggabungan pekerjaan ke dalam kelompok pekerjaan yang sejenis.
7) Terdapat Pendistribusian Pekerjaan
Pendistribusian dalam hal ini dapat juga disebut sebagai pembagian tugas kerja. Prinsip sebagian pekerjaan secara homogen (distrbution of work) adalah mengelompokkan tugas / pekerjaan kedalam sejenis yang mempunyai hubungan yang erat menjadi satu unit tersendiri.
X. Tipe – Tipe Organisasi
Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat. Namun dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.
a) Organisasi Formal
Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel.
b) Organisasi Informal
Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan.
Organisasi Primer
Organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
Organisasi Sekunder
Organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.
XI. Tipe Organisasi Berdasarkan Sararan Pokok
Organisasi yang didirikan tentu memiliki sasaran yang ingin dicapai secara maksimal. suatu organisasi menentukan sasaran pokok mereka berdasarka kriteria-kriteria organisasi tertentu.
Adapun sasaran yang ingin dicapai umumnya adalah:
a. Organisasi berorientasi pada pelayanan (service organizations)
yaitu organisasi yang berupaya memberikan pelayanan yang profesional kepada anggotanya maupun pada kliennya. Selain itu siap membantu orang tanpa menuntut pembayaran penuh dari penerima servis.
b. Organisasi yang berorientasi pada aspek ekonomi (economic organizations),
yaitu organisasi yang menyediakan barang dan jasa sebagai imbalan dalam pembayaran dalam bentuk tertentu.
c. Organisasi yang berorientasi pada aspek religius (religious organizations)
d. Organisasi-organisasi perlindungan (protective organizations)
e. Organisasi-organisasi pemerintah (government organizations)
f. Organisasi-organisasi sosial (social organizations)
XII. Bentuk – Bentuk Organisasi
Ada beberapa bentuk-bentuk organisasi, antara lain :
1) Organisasi pola Lini (Lini Organization)
Dalam bentuk ini garis komando terbentang lurus dari atas (pucuk pimpinan) sampai kepada pelaksana di bawah, dan garis pertanggung jawaban baik secara ketat menurut hirarkis dari bawah, melalui unsure-unsur di tengah samapai ke atas. Dalam pola organisasi ini terdapat garis wewenang yang berhubungan langsung dengan vertical antara bawahan dan atasan.
2) Organisasi berpola Staf (staf Organization)
Dalam pola ini semua hak, kekuasaan, dan tanggung jawab dibagi habis pada unit kerja yang ada secara bertingkat dibawahnya. Setiap unit memperoleh sebagian hak dalam menentukan kebijaksanaan sepanjang tidak bertentangan dengan kebijaksanaan umum dan pucuk pimpinan atau pimpinan tertinggi. Hak tersebut tentunya berkenaan dengan bidang tugasnya masing-masing. Masing-masing pimpinan mempunyai hak penuh atas bagian yang dipimpinnya juga mempertanggung jawabkannya kepada pimpinan tertinggi.
3) Organisasi pola lini dan staf (line and staf organization)
Pola ini merupakan gabungan dari kedua pola organisasi tersebut di atas. Yaitu menempatkan menempatkan pucuk pimpinan sebagai pemegang hak dan kekuasaan tertinggi, namun tidak semua hak/tanggung jawab tersebut dilimpahkan sepenuhnya pada bagian/unit kerja yang ada.
Mengikuti atau menjadi bagian dari sebuah organisasi mempunyai dampak sangat besar untuk kehidupan, karena dalam sebuah organisasi bisa di ibaratkan sebagai masyarakat dalam lingkup kecil.
Selalu ada masalah yang perlu dipecahkan bersama, sikap saling menjaga dan bertanggungjawab terhadap keutuhan anggota atau pun mempertahankan sebuah kelompok, memberikan gambaran sebuah perjuangan panjang, dan ini akan sangat membantu ketika dalam penyelesaian masalah atau memberikan masukan kepada masyarakat dalam lingkup luas.